Keseluruhan Asset Sementara Doni Salmanan yang Diambil alih Polisi Sebesar Rp 64 Miliar

Polisi sudah mengambil alih beberapa aset punya terdakwa kasus penipuan berlagak investasi Doni Salmanan berbentuk barang sampai uang.

Direktur Tindak Pidana Cyber Bareskrim Polri Brigjen Asep Edi Suheri mengutarakan keseluruhan asset sementara punya Doni Salmanan yang diambil alih polisi.

“Rinciannya yakni uang kontan sebesar sekarang ini Rp 3,3 miliar, dan ada juga dua rumah di Gurau Asih kota baru Parahyangan Bandung,” tutur Asep Edi Suheri di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (15/3/2022).

Asep mengutarakan, ada pula tanah masing-masing 500 mtr. persegi yang ada di jalan Candra Asih Kota Bandung dan tanah selebar 400 mtr. persegi di Soreang.

Seterusnya, Asep mengutarakan ada kendaraan beroda 2 sejumlah 18 unit yang sudah diambil alih polisi.

Beberapa salah satunya yaitu motor Kawasaki Ninja, motor BMW, motor Ducati Superleggera, motor Yamaha Gear, motor KTM, dan motor MSI atau motor listrik.

Ada pula 6 kendaraan beroda 4 yang diambil alih, yaitu satu unit kendaraan Porsche 911 Carera 4S, dua unit kendaraan Honda CRV, satu mobil BMW, dan satu unit mobil Fortuner.

“Seterusnya sudah kami sita , empat account e-mail, media sosial, yang pertama account YouTube King Salmanan, tiga account e-mail yang tersambung dengan account YouTube dan Twitter,” ungkapkan Asep.

Selanjutnya 20 alat electronic yaitu smartphone, sim card, netbook, ipad, CPU dan computer, monitor, lantas ada 27 document berbentuk sertifikat hak punya bangunan, STNK, sampai kartu debet ikut diambil alih.

Tidak lepas diambil alih sekitar 22 tipe baju dari beragam merk, salah satunya Hermes, Dior, Canali Italy, Balenciaga, dan yang lain.

Secara keseluruhan ada 97 asset punya Doni yang telah diambil alih. Asep mengutarakan nilai asset sementara yang diambil alih sebesar Rp 64 miliar.

“Keseluruhan tanda bukti yang telah kita sita sampai sekarang ini sekitar 97 poin. Keseluruhan nilai ialah lebih kurang RP 64 miliar,” ungkapkan Asep.

Sebelumnya telah dikabarkan, kasus sangkaan penipuan Doni Salmanan bermula dari laporan seorang akui korban berinisial RA.

RA memberikan laporan Doni Salmanan bernomor LP: B/0059/II/2022/SPKT/BARESKRIM POLRI tertanggal 3 Februari 2022.

Pada Doni Salmanan, penyidik mengaplikasikan pasal berlapis, yaitu Info Tehnologi dan Electronic (ITE), Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP), dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published.